Kamis, 15 November 2012

DEMOGRAFI KEPENDUDUKAN “MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA”

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui bahwa penduduk Indonesia sangatlah padat jumlahnya. Akhir – akhir ini masalah perkembangan penduduk di Indonesia menjadi sangat rawan bila tidak ada usaha dari pemerintah itu sendiri untuk menangani dan mengelola ledakan penduduk dengan baik, yang merupakan bahaya besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia itu sendiri. Jumlah penduduk yang tidak terkendali akan mendatangkan sejumlah persoalan, seperti pengangguran dan dampak sosial lain.

Masalah kependudukan tetap menjadi isu yang sangat penting dan mendesak, utamanya yang berkaitan dengan aspek pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk, jika dikaitkan dengan potensi ancaman ledakan penduduk kedepan. Saat ini penduduk dunia telah mencapai 7 milyar jiwa atau bertambah 1 milyar jiwa hanya dalam waktu 10 tahun (pada tahun 2000 jumlah penduduk dunia sekitar 6 milyar). Berdasarkan hasil sensus 2010, penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa, dan rata-rata pertumbuhan 1,49 persen. Apabila laju pertambahan penduduk masih 1,49 persen seperti sekarang, maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta jiwa. Hal ini berarti, 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Masalah kependudukan di Indonesia bukanlah semata-mata masalah kuantitas tetapi juga berkaiatan dengan masalah kualitas dan mobilitas. Kiranya perlu kita renungkan bersama apa arti dan implikasi pertambahan penduduk kita rata-rata 3,5 – 4 juta tiap tahun atau hampir mencapai 10.000 setiap hari.

Setiap Negara pasti mempunyai masalah kependudukan. Hanya saja masalah kependudukan yang dihadapi setiap negara berbeda-beda. Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalah-masalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Seperti masalah yang telah di sebutkan di atas yakni salah satunya tentang perkembangan penduduk nya yang harus dapat di kendalikan.

   Kemudian, hal – hal yang butuh perhatian juga selain dari pertumbuhan penduduk yang sangat meningkat, yakni seperti yang di paparkan dalam sebuah artikel berikut ini:

JAKARTA (Pos Kota)  – Indonesia menghadapi empat masalah kependudukan  serius dan berat, jelang lahirnya penduduk dunia ketujuh miliar akhir Oktober 2011 ini.
“Keempat masalah itu ialah  kualitas penduduk, kuantitas, mobilitas dan database serta administrasi kependudukan,” jelas Pjs. Deputi Kependudukan BKKBN Dr Ida Bagus Permana di Jakarta.
Ia mengemukakan itu pada  dialog  ‘Menyongsong Penduduk Dunia 7 Miliar’ yang digelar Yayasan Damandiri bersama RRI, dan D Radio, di RRI Pusat, Jakarta.
Hadir antara lain Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono (mantan Menko Kesra dan Taskin), Ketua Ikatan Relawan Seluruh Indonesia (IRSI),  Parni Hardi (mantan Dirut LPP RRI), Direktur Program LPP RRI Mashudi, para pengurus Yayasan Damandiri, sejumlah rektor perguruan tinggi, dan mahasiswa.
Mengutip laporan UNFPA (badan dunia bidang kependudukan), IB Permana mengemukakan, pada 31 Oktober mendatang diperkirakan jumlah penduduk dunia mencapai tujuh miliar orang.
UNFPA juga menyebutkan tahun ketika penduduk dunia mencapai kelipatan satu miliar, yaitu pada 1804 jumlah penghuni bumi satu miliar orang, pada 1927 menjadi dua miliar. Kemudian pada1959 mencapai tiga miliar.
Jumlah empat miliar terjadi pada 1974, sedangkan pada 1987 bertambah menjadi lima miliar. Sementara itu pada 1999, tahun ketika angka enam miliar teramati oleh PBB. Dan 2011 ini sudah menjadi tujuh miliar.
IB Permana menjelaskan, soal kuantitas, penduduk Indonesia terbanyak nomor empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Sementara laju pertumbuhan penduduk (LPP) meski sempat turun dari 2,34 persen pada masa lalu menjadi 1,47 pada tahun 2000. Dan pada 2010 sesuai hasil sensus penduduk  kembali naik menjadi 1,49 persen.
“Kalau kualitas penduduknya seperti Amerika sih tidak apa-apa, meski negara tersebut di urutan tiga. Masalahnya kualitas penduduk Indonesia rendah,” tambah IB Permana.
Kualitas penduduk Indonesia juga masih memprihatinkan, karena kalau dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menduduki  peringkat bawah, yakni 108 dari sekitar 180 negara.
Sementara untuk mobilitas, persebaran penduduk Indonesia juga belum merata. Meskipun perbandingan penduduk di Jawa dan luar Jawa kian ‘bagus’ yakni 70 dibanding 30 menjadi sekarang di Jawa tinggal 58 persen.
Di bidang administrasi kependudukan juga tengah dibenahi, sehingga kasus-kasus KTP ganda tidak ada lagi.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud dengan penduduk?
2.      Apa penyebab pertumbuhan penduduk yang berlebihan?
3.      Apa dampak pertumbuhan penduduk yang berlebihan?
4.      Bagaimana cara penanganan pertumbuhan penduduk yang berlebihan?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui dan memahami tentang masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan penduduk
2.      Agar mengetahui jalan keluar apa yang bisa ditempuh untuk menangani masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia, setelah mengetahui penyebab nya
3.      Bisa mengetahui sejauh mana kesejahteraan negara yang penduduknya padat
4.      Meyadarkan pemerintah bahwa pngendalian petumbuhan penduduk sangatlah penting

BAB II
LANDASAN TEORI
Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 245 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.

Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

            Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 lalu adalah 237.641.326 jiwa. Dengan populasi sebesar itu Indonesia menduduki peringkat ke empat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia di bawah RRC, India dan Amerika Serikat.

            Dari 230 juta penduduk Indonesia berdasarkan komposisi gender, terdiri dari 119,5 juta berjenis kelamin lelaki dan 118 juta adalah wanita. Dari tahun ke tahun rasio perbandingan antara pria dan wanita terus meningkat. Propinsi Nusa Tenggara Barat adalah propinsi dengan jumlah wanita terbanyak dengan rasio 94 : 100, sedangkan Kabupaten Lombok Timur menduduki peringkat terendah dengan rasio 87 : 100.

            Dari jumlah penduduk sebanyak itu, 58 % di antaranya menempati Pulau Jawa yang mempunyai luas wilayah hanya 7 % dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Tiga propinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Barat 43 juta, Jawa Timur 37,4 juta dan Jawa Tengan dengan 32,3 juta.
 
            Meski menjadi pulau terpadat di Indonesia, menariknya laju pertumbuhan di Jawa adalah yang terendah, dengan dua propinsi mempunyai laju pertumbuhan terendah yaitu Jawa Tengah (0,37 %) dan Jawa Timur (0,76 %). Sebaliknya jumlah penduduk di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua bila digabungkan hanyalah sebesar 7 % dari keseluruhan luas penduduk Indonesia.

            Laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat di Propinsi Kepulauan Riau dengan (4,99 %), Riau (3,59 %) dan Papua (5,46 %). Khusu untuk Papua, jika dibandingkan dengan data pada tahun 1970, propinsi ini mencatat kenaikan laju pertambahan penduduk yang cukup fantastis, yaitu dari 2,6 % menjadi 5,46 %. Sedangkan Lampung turun dari 5,77 % menjadi 1,23 %.

            Rata-rata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah 124 orang per km2, naik sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan 1971 yaitu 62 orang per km2. Tentu saja Pulau Jawa adalah yang terpadat, dengan pusatnya di DKI Jakarta yaitu 14.440 orang/km2, disusul di tempat kedua adalah Bali dengan kepadatan 673 orang/km2.

            Pertambahan penduduk Indonesia setiap 10 tahun adalah rata-rata 30 juta jiwa atau 3 juta per tahun. Dengan demikian pada setiap tahunnya pertambahan penduduk negara kita adalah sebesar negara Singapura.


Pengertian penduduk
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.


Penyebab Pertumbuhan Penduduk Yang Berlebihan
Pertumbuhan penduduk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan sosial ekonomi disuatu negara di dunia.  Karena jika penduduk disuatu negara bertambah maka akan mempengaruhi ketersediaan lapangan pekerjaan, pangan, dan papan. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan ekonomi antara warga negara satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dihindari lagi.

           
Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius, diantaranya yaitu masalah tingginya angka pengangguran, kemiskinan, banyak anak putus sekolah dan berbagai tindakan kejahatan serta kriminalitas di masyarakat luas.

Beberapa faktor yang sebenarnya mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu :
1. Kematian (Mortalitas)
Banyak sekali penyebab dari faktor kematian ini, biasaya dipengaruhi oleh usia, lingkungan sekitar / tempat tinggal dimana ada atau tidaknya sarana prasarana pendukung kehidupan misalkan makanan, kebersihan serta kesehatan. Selain faktor tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kejadian luar biasa seperti bencana alam dan kejadian yang tidak terduga lainnya. Biasanya faktor ini hanya berprosentase rendah.

2. Kelahiran (Fertilitas)
Faktor kelahiran ini dapat dikatakan sebagai faktor penyebab utama pertumbuhan penduduk didunia karena rata-rata pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka kelahiran dibandingkan angka kematian. Dikarenakan masih tertanamnya sebiah ideologi-ideologi tertentu yang menganjurkan harus mempunyai banyak anak.

3. Migrasi
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena kepadatan penduduk.  Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian Mobilitas ini lebih luas daripada migrasi sebab mencakup perpindaahan wilayah secara permanen dan sementara.

Migrasi ini merupakan akitab dari keadaan lingkungan seklitar yang kurang menguntungkan bagi dirinya. Sebagai akibat dan kedadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumberdaya yang mendukung penduduk didaerah tersebut.

Secara garis besar kemampakan imigrasi di indoensia dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Urbanisasi (Perpindahan dari desa ke kota)
Walaupun urutannya sangat kecil tetapi dapat mempengaruhi polo distribusi penduduk secara keseluruhan. Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat prooduktif serta inisiatifnya. Tinggingya golongan muda yang melakukan perpindahan ke kota sangat mempengaruhi kondisi daerah asal yang akan mengakibatkan terhambatnya proses pembangunan didaerah asal.

2. Imigrasi intergional (transmigrasi)
Di Indonesia  dilaksanakan oleh mereka yang perumur prooduktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan pemnduduk serta tingkat laju pembangungan diluar jawa. Di jakarta misalnya sebagai akibat adanya migrasi ini pertumbuhannya menjadi sangat pesat.

3. Migrasi antar negara
Faktor ini tingkat kejadiannya sangatlah kecil di Indonesia sehingga akhibat dari perpindahan penduduk ke luar negeri kurang dirasakan. Tetapi rata-rata migrasi jenis ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi seorang imigran. Namum terlepas nyata atau tidak nyata perpindahan penduduk seperti ini harus ditekan karena dengan migrasi jenis ini bangsa indonesia pelan-pelan kehilangan anak bangsa yang berintelektual dan kreatifitas tinggi.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peran yang sagat penting hanya dapat mengetahui :
- Pertumbuhan penduduk disuatu daerah termasuk cepat lambat
- Rasio ketergantungan
- Jumlah wanita dalam usia subur
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia
- Berdasarka tempat tinggal
- Bentuk paramida penduduk

Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk paramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah enduduk anak-anak, dewasa dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukan bentuk piramida berbeda-beda pula.

Dampak Pertumbuhan Penduduk Yang Berlebihan

Persoalan kependudukan dan kerusakan lingkungan hidup adalah dua hal yang saling terkait antara satu dengan lainnya. Terjadinya kerusakan lingkungan dapat berdampak kepada kehidupan manusia secara makro.

1.      Produksi menurun tapi konsumsi meningkan. Padatnya penduduk suatu daerah akan menyebabkan ruang gerak suatu daerah semakin terciut, dan hal ini disebabkan manusia merupakan bagian integral dari ekosistem, dimana manusia hidup dengan mengekploitasi lingkungannya. Pertumbuhan penduduk yang cepat meningkatkan permintaan terhadap sumber daya alam. Pada saat yang sama meningkatnya konsumsi yang disebabkan oleh membengkaknya jumlah penduduk yang pada akhirnya akan berpengaruh pada semakin berkurangnya produktifitas sumber daya alam. Dilihat dari perspektif ekologis bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat dapat berdampak kepada meningkatnya kepadatan penduduk, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan mutu lingkungan secara menyeluruh.

2.      Kerusakan Lingkungan Pada Aspek Pertanian Dan Kehutanan. Kerusakan lingkungan dari aspek pertanian dan kehutanan merupakan dua sektor yang menonjol. Pertambahan penduduk, penggunaan teknologi modern dan tidak adanya kesadaran terhadap lingkungan adalah faktor penyebab kerusakan lingkungan. Di bidang pertanian, dengan semakin besar jumlah penduduk maka kebutuhan akan bahan makanan semakin meningkat. Untuk itu perlu usaha meningkatkan produksi bahan-bahan makanan semakin meningkat. Untuk itu perlu usaha meningkatkan produksi bahan makanan secara memadai. Diantaranya dengan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Penggunaan teknologi modern seperti benih unggul, sistem irigasi, pupuk dan berbagai bahan kimia lainnya untuk memberantas hama, secara nyata telah memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan produksi pertanian. Revolusi hijau yang pernah mengantarkan Indonesia ke arah swasembada pangan pada tahun 1984 adalah bukti betapa ampuhnya teknologi modern dalam meningkatkan produksi pertanian terutama bahan makanan secara nasional. Kewajiban untuk menggunakan bahan kimia dalam rangka revolusi hijau menyebabkan sebagian besar petani beralih dari cara-cara tradisional menjadi lebih modern dengan teknologinya.

3.      Lapangan Pekerjaan Yang Smakin Sulit. Dengan meningkatkannya pertumbuhan yang sanagt pesat ini, tentu persaingan pun sanagtlah ketat. Hal itu dapat dilihat dari tingginya angka pengangguran yang ada di Indonesia. Masalah pengangguran masih belum terselesaikan oleh pemerintah, karena pertumbuhan penduduk tidak diiringi dengan penambahan lapangan pekerjaan oleh pemerintah oleh rakyatnya. Akibatnya tidak terjadi pergerakan yang signifikan pada jumlah pengangguran.

Cara Penanganan Pertumbuhan Penduduk Yang Berlebihan
            Menurut Thomas Robert Malthus pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, ...), sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ...). Hal ini tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan di mana kita akan kerurangan stok bahan makanan.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :
1.      Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2.      Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1.      Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2.      Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3.      Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4.      Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
BAB III
PEMBAHASAN

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 lalu adalah 237.641.326 jiwa. Dengan populasi sebesar itu Indonesia menduduki peringkat ke empat negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia di bawah RRC, India dan Amerika Serikat.

Masalah kependudukan tetap menjadi isu yang sangat penting dan mendesak, utamanya yang berkaitan dengan aspek pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk, jika dikaitkan dengan potensi ancaman ledakan penduduk kedepan. Saat ini penduduk dunia telah mencapai 7 milyar jiwa atau bertambah 1 milyar jiwa hanya dalam waktu 10 tahun (pada tahun 2000 jumlah penduduk dunia sekitar 6 milyar). Berdasarkan hasil sensus 2010, penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa, dan rata-rata pertumbuhan 1,49 persen. Apabila laju pertambahan penduduk masih 1,49 persen seperti sekarang, maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta jiwa. Hal ini berarti, 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Seperti yang telah dipaparkan dalam artikel tersebut bahwa, kepadatan atau pertumbuhan penduduk di Indonesia ini yang tidak terkendali menimbulakan banyak masalah. Diantaranya adalah kualitas penduduk, kuantitas, mobilitas dan database serta administrasi kependudukan.

Pertumbuhan penduduk sangatlah pesat, namun tingginya angka pertumbuhan tersebut tidak diiringi dengan kualitas penduduk yang baik pula. Kualaitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia, hal itu dikarenakan sebagian penduduk Indonesia tidak terbiasa bekerja keras. Sehingga skill yang telah dimiliki tidak tersah dengan baik yang mengakibatkan banyak sekkali pengangguran di Indonesia. Selain masalah kuantitas dan kualitas dari penduduk Indonesia ada juga masalah lain yakni tentang mobilitas dan database serta administrasi kependudukan.

Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius tersebut. Niat untuk mensejahterakan masyarakat harus pula direalisasikan agar terjadi perubahan yang signifikan. Banyak sekali fasilitas – fasilitas yang seharusnya lebih di tingkatkan yakni seperti sekolah – sekolah, pelayanan kesehatan, dan pelayanan publik yang lainnya.


BAB IV
PENUTUP
A.                Kesimpulan
Permasalahan penduduk merupakan masalah yang pelik bagi suatu negara, tidak terkecuali bagi Indonesia yang penduduk nya sangatlah padat. Jumalah penduduk berpengaruh pada kulaitas suatu negara serta kesejahteraan rakyatnya.

Masalah kependudukan tetap menjadi isu yang sangat penting dan mendesak, utamanya yang berkaitan dengan aspek pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk, jika dikaitkan dengan potensi ancaman ledakan penduduk kedepan. Saat ini penduduk dunia telah mencapai 7 milyar jiwa atau bertambah 1 milyar jiwa hanya dalam waktu 10 tahun (pada tahun 2000 jumlah penduduk dunia sekitar 6 milyar). Berdasarkan hasil sensus 2010, penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa, dan rata-rata pertumbuhan 1,49 persen. Apabila laju pertambahan penduduk masih 1,49 persen seperti sekarang, maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 menjadi 450 juta jiwa. Hal ini berarti, 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Pertumbuhan penduduk semestinya juga diimbangi dengan penambahan fasilitas-fasilitas karena bila itu semua tidak terpenuhi akan mengakibatkan beberapa masalah yang amat serius tersebut. Niat untuk mensejahterakan masyarakat harus pula direalisasikan agar terjadi perubahan yang signifikan. Banyak sekali fasilitas – fasilitas yang seharusnya lebih di tingkatkan yakni seperti sekolah – sekolah, pelayanan kesehatan, dan pelayanan publik yang lainnya.

B.                 Saran
Pemerintah sebaiknya dalam menengani atau menekan pertumbuhan hendaklah membuat program – program yang sekiranya mampu untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk tersebut. Seperti digalakan nya program KB atau dengan program – program yang lainnya. Karena bila pertumbuhan penduduk ini tidak terkendali maka akan terjadi lonjakan penduduk yang akan mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru diantaranya yaitu masalah kemiskinan, pengangguran serta tingkat kriminalatis dan yang paling utama adalah kepadatan penduduk membuat kondisi perkotaan menjadi carut marut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar